Selamat datang di kotak pandora,

Tempat jiwanya bersadrah, Sadajiwa.

Dalam gelap hujan, ialah halilintar.

Banyak cara kelinci dibalap kura-kura, kelelawar ialah sang raja malam yang tak dibutakan surya.

Sadajiwa Aqsa D.

Pengingat kecil tentangnya:

Klaim wajah yang dipakai pada konteks ini, hanya digunakan untuk arsip bermain peran dan tidak mewakili mereka yang baik dan buruk, ada dan tiada. Kesamaan pada cerita, nama dan tempat kejadian merupakan kejadian fiktif tanpa unsur kesengajaan.

Hak Cipta milik Alurisjad
Arsip Bermain Peran.

Sejak 15 September 2023.

Satu Potret sang Jiwa,
Sadajiwa.

Jika takut hangus, jangan bermain api.

Sadajiwa Aqsa Dewandaru

Nama Panjang: Sadajiwa Aqsa Dewandaru
Panggilan: Sada, Dewan
Tempat Lahir: Banda Neira
Tinggi: 179 cm
Berat: 65 kg
Zodiak Leo
MBTI: ENFJ-T
Agama: Islam
Pendidikan: Institut Teknologi Bandung, FTMD

Pertemuan dengan Kelam

Nama saya Sadajiwa Aqsa Dewandaru. Tidak banyak yang dapat saya banggakan dengan nama ini selain saya yang sejak lahirnya pun berurusan dengan politik. Bapak menamakan saya Aqsa karena sejatinya beliaulah orang yang mendidih darahnya saat masjid Al-Aqsa dibakar Israel pada tahun 1969, lalu lahir Organisasi Kerja Sama Islam setelahnya. Bapak sempat menjadi bagiannya, lalu bapak ternyata lebih disayang Tuhan, karena bapak menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan saya seteleh memperjuangkan haknya untuk hidup atas penyakit struk selama 6 tahun.Saya merupakan anak kedua dari Bapak Dewandaru dan Ibu Rahayu. Kami hidup bahagia di pinggiran Banda Neira dan dikuliahkan setinggi-tingginya. Dibesarkan dengan penuh cinta di tengah polemik negeri ini membuat saya dan Mbak Mirah di usia belia memiliki kebiasaan cerdik: menyisihkan uang hingga kepala tiga lalu membongkarnya bersama kelak untuk digunakan sebagai upaya kami membantu negeri dan rakyat. Namun rupanya, kami terlalu murni untuk berurusan dengan kata maut. Bahkan tiap menyebutnya selalu ada tombak besar mencabik tenggorokan saya, menghalangi jalur napas saya, dan sesekali membuat saya menahan nafas. Di umur saya yang matang ini—30 tahun, mbakyu saya tetap berada di usia 22 tahun. Masih terlalu segar dan muda. Namun saya percaya mbak Mirah berbahagia dengan keputusannya untuk melakukan apapun yang ingin ia inginkan. Saya hanyalah segelintir manusia dengan kuku hitam di antara bagian bersihnya, bagian mana yang ingin kamu ketahui?

Almh.
Sedah Mirah Mentari Dewandaru

Hubungan antara Sadajiwa dan kakaknya terjalin dengan cukup baik. Saat Sada megalami sakit demam, hanya mbak Mirah yang mengerti bahwa ia tidak menyukai bubur hambar. Hanya Mbak Mirah yang mengerti ia membenci menggunakan kruk saat kakinya terkilir saat bermain bola. Hanya Mbak Mirah yang menemaninya menyalakan lilin saat listrik padam dan Sada memiliki ujian keesokannya. Hanya mbak Mirah yang akan menguraikan jawaban dari benang kusutnya—namun ia menerima fakta mungkin Tuhan lebih menyayangi mbak Mirah lebih dibandingkan dirinya.

Choi Seung Cheol

Scoups (에스쿱스) adalah seorang seniman panggung, jangkar sunyi, dan pemimpin kelahiran Daegu, Korea Selatan, yang kini berdiri tegak sebagai kompas dari SEVENTEEN. Di bawah naungan PLEDIS Entertainment, ia menjadi jangkar yang menjaga 13 jiwa tetap satu arah.Ia pertama kali menapaki dunia hiburan sebagai trainee dan menjahit langkah dan harapan hingga debut bersama SEVENTEEN pada tanggal 26 Mei 2015 dengan mini album "17 Carat", yang kini dikenang sebagai awal dari semesta mereka.